2 Buku yang Isinya Paling Misterius dan Belum Terpecahkan Sampai Sekarang

2 Buku yang Isinya Paling Misterius dan Belum Terpecahkan Sampai Sekarang

Di antara banyak alasan kenapa masih mencintai buku daripada file-file eBook di dalam komputer, salah satunya adalah dikarenakan buku memiliki sejarah yang tidak mungkin dimiliki oleh catatan dalam bentuk e-reader atau e-paper.

Setiap buku tentunya mempunyai sejarah yang tertancap di dalamnya dan juga memiliki nilai tersendiri. Walaupun terkadang sejarah yang dimiliki dirasa aneh, berputar-putar dan tersembunyi makna aslinya, namun sang pengarang tentunya memiliki alasan tersendiri dengan menciptakan buku tersebut sekaligus kenapa dia tidak secara langsung membeberkan maksud dari tulisannya itu.

 

Dan di bawah ini ada 2 buku yang cukup terkenal namun isinya sangat misterius dan tidak dapat ditebak apa maksudnya.

Codex Seraphinianus

Codex Seraphinianus adalah sebuah buku yang mana ditulis dengan menggunakan bahasa yang sampai sekarang belum diketahui bahasa apakah yang dipakai itu atau dari negara mana bahasa itu berasal. Selain berisikan uraian-uraian panjang, Codex Seraphinianus juga berisikan gambar ilustrasi tentang berbagai hal yang dirasakan cukup mustahil terjadi atau dilakukan.

Codex Seraphinianus juga dapat dikatakan sebagai ensiklopedia paling aneh di dunia. Ketika seorang arsitek kenamaan Italia, Luigi Serafini, mempublikasikan buku ini pada tahun 1981, dia mempresentasikan isi dalam buku tersebut sebagai suatu karya ilmiah yang faktual dan berdasarkan penelitian.

Codex Seraphinianus secara keseluruhan bukan dicetak dengan menggunakan mesin, melainkan 100 persen merupakan tulisan tangan, termasuk dengan gambar ilustrasinya yang juga digambar secara manual oleh Serafini sendiri. Dia mengerjakan buku ini selama lebih dari 2 tahun lamanya.

Setelah dipublikasikan, banyak ilmuwan yang mencoba mengartikan buku tersebut, namun satu-satunya kata yang berhasil diterjemahkan adalah “Seraphinianus” atau tidak lain dan tidak bukan merupakan nama dari Serafini sendiri.

Book of Soyga

Pada tanggal 10 Maret 1552, seorang matematikawan bernama John Dee mengaku telah berkomunikasi dengan seorang malaikat. Sebagai seorang yang cerdik dan pandai, dia sangat percaya akan segala hal yang ilmiah dan juga hal-hal yang supranatural.

Dikarenakan hal itu, kehidupan Dee berada di garis batas antara realita dan dunia arwah. Dia juga telah menjelajahi dan membaca banyak buku di perpustakaan yang ada di London. Namun dari semua buku yang dibacanya, ada satu buku yang menarik perhatiannya, yaitu Book of Soyga.

Book of Soyga dapat dikatakan sebuah buku yang mengandung teka-teki yang berisikan lebih dari 40 ribu kata di dalamnya. Akan tetapi, semua kata yang terangkai secara berantakan dan tidak masuk akal. Dee habiskan banyak waktu untuk mencoba menerjemahkan kode dalam Book of Soyga itu.

Dan secara perlahan Dee menyadari bahwa Book of Soyga tidak lebih dari sebuah daftar mantra sihir. Salah satu yang akhirnya tetap menjadi misteri sampai sekarang adalah 36 lembar terakhir dari Book of Soyga itu. Dee tidak pernah berhasil menerjemahkannya dan akhirnya dia mencoba mencari jawabannya di luar dunia manusia.

Pada saat pergi ke Eropa, Dee meminta bantuan seorang malaikat penjaga bernama Uriel. Dee bertanya mengenai 36 lembar terakhir dari Book of Soyga tersebut dan Uriel menjawab bahwa itu adalah sebuah cerita dan perintah ketika Adam masih ada di surga. Akan tetapi ketika ditanya lebih detail, Uriel mengatakan bahwa dia sendiri tidak mampu menjawabnya karena hanya malaikat Michael (Mikail dalam Agama Islam) yang mampu menjawabnya.

Sayangnya, sampai tutup usia, Dee tidak pernah berhasil menghubungi Michael dan Book of yang asli Soyga akhirnya menghilang begitu saja. Sampai sekarang diketahui hanya ada 2 copian dari Book of Soyga yang tersimpan di British Library dan Bodleian Library di Oxford.