Review Novel Twilight Saga: Eclipse

Bantu Share Ke Teman Anda Dengan Menekan Tombol Dibawah Ini!

Twilight Saga: Eclipse merupakan serial buku ke tiga dari rangkaian novel Twilight karya dari Stephenie Meyer. Novel yang diproduksi pada tahun 2007 ini merupakan kelanjutan dari kisah asmara seorang gadis bernama Isabella Swan yang jatuh cinta dengan seorang vampir tampan bernama Edward Cullen. Selama masa kepedihan yang dialami oleh Bella Swan saat ditinggalkan oleh Edward Cullen, Bella memutuskan untuk berdiam diri dan mengalami mimpi buruk setiap malam.

Hal tersebut membuat Charlie Swan, ayah dari Bella menjadi khawatir kepada anak gadisnya tersebut. Charlie menjadi seorang ayah yang protektif. Setelah Edward Cullen kembali kepada Bella Swan, Charlie memutuskan untuk menghukum Bella dengan hanya mengijinkannya berada di luar rumah hingga pukul empat sore. Charlie mulai tidak menyukai Edward karena merasa pemuda tersebut menyusahkan anak gadisnya. Untuk itu, Charlie berusaha membuat Bella untuk dekat dengan Jacob Black, teman masa kecil Bella yang pada saat itu sedang mengalami kesusahan.

Pertemanan Vampir dan Manusia Setengah Serigala

Bella memulai pertemanannya lagi dengan Jacob Black walaupun hal tersebut membuat Edward Cullen menjadi tidak nyaman, karena vampir dan menusia setengah serigala merupakan spesies yang saling berlawanan. Apalagi pada saat tersebut, Edward Cullen menyadari adanya perasaan spesial yang dirasakan oleh Jacob Black kepada Bella Swan. Dalam konflik cinta segitiga yang dialami oleh Edward-Bella-Jacob, keluarga Cullen baru menyadari bahwa Victoria, mantan kekasih dari James, vampir liar yang saat itu berniat membunuh Bella, ingin membalaskan dendam kekasihnya yang telah dibunuh oleh keluarga Cullen. Untuk itu, Edward Cullen bermaksud melindungi Bella Swan tanpa membuatnya mengetahui bahaya tersebut, dengan mengajak Bella Swan untuk menemui ibunya di Florida sembari keluarga Cullen lainnya berusaha membunuh Victoria. Akan tetapi, upaya tersebut digagalkan oleh Jacob Black yang membongkar rencana Edward kepada Bella. Bella Swan menjadi marah kepada Edward dan memutuskan untuk mengikuti Jacob Black ke perkumpulan manusia serigala miliknya. Di sana, dia mendengarkan legenda kuno yang menceritakan awal mula perselisihan vampir dan manusia serigala.

Ancaman dari Victoria yang semakin intens membuat keluarga Cullen perlu bersiap-siap untuk menghadapi pasukan yang dibentuk Victoria. Jacob Black dan beberapa teman manusia serigalanya memutuskan untuk bergabung dalam pasukan keluarga Cullen untuk melindungi Bella. Meskipun tidak menyukai ide tersebut, Edward Cullen mengalah karena merasa keselamatan Bella adalah prioritas yang harus diutamakan. Selama masa perang, Edward dan Bella akan bersama di puncak gunung sembari pasukan Cullen dan manusia serigala bertempur dengan pasukan Victoria di lereng gunung. Dalam keadaan berdua, Bella tidak dapat membendung hasrat manusianya untuk berhubungan dengan Edward. Bella pun memaksa Edward untuk mengubah dirinya menjadi vampir.

Artikel Terkait: Review Novel Twilight Saga: New Moon

Tetapi Edward ingin menjaga Bella dengan menikahinya terlebih dahulu sebelum menyentuh atau mengubahnya menjadi vampir. Suasana tersebut menjadi semakin romantis ketika Edward Cullen memberikan cincin milik ibunya kepada Bella dan melamarnya. Bella pun menerima lamaran tersebut. Esok paginya, saat pertempuan di mulai, Victoria menyadari keberadaan Edward dan Bella yang terpisah dan berusaha mengejar mereka. Keadaan Edward yang diserang oleh Victoria dan kekasih barunya membuat Edward menjadi terjepit. Saat merasa kekasihnya akan terbunuh, Bella mengorbankan dirinya dengan menggoreskan batu tajam pada tangannya. Darah yang keluar mampu mengalihkan perhatian ke Victoria dan kekasihnya sehingga memberikan kesempatan pada Edward untuk menyerangnya. Pada akhirnya, Edward mampu membunuh ke dua musuhnya tersebut. Pertempuran dimenangkan oleh keluarga Cullen yang telah menaklukkan pasukan vampir Victoria.