Review Novel Twilight Saga: Breaking Dawn

Bantu Share Ke Teman Anda Dengan Menekan Tombol Dibawah Ini!

Twilight Saga: Breaking Dawn merupakan serial terakhir dari rangkaian novel Twilight milik Stephenie Meyer. Penulis berkebangsaan Amerika Serikat ini telah menuliskan tiga novel pendahulunya, yaitu Twilight, New Moon, dan Eclipse. Serial Breaking Dawn akan menjadi puncak dan penyelesaian dari novel bergenre romansa manusia dan vampir tersebut. Kisah cinta Bella Swan, seorang gadis berusia 18 tahun yang jatuh cinta kepada vampir tampan yang telah hidup ratusan tahun lalu berujung kepada keinginan Bella Swan untuk berubah menjadi vampir. Bella ingin Edward Cullen, kekasih vampirnya tersebut menjadi orang yang merubah dirinya untuk vampir baru.

Pada awalnya, Edward sangat menentang keinginan dari kekasihnya tersebut karena merasa Bella telah memiliki kehidupan yang sempurna sebagai seorang manusia. Tetapi, Bella menjelaskan bahwa keinginannya menjadi vampir tidak hanya berasal dari Edward saja. Bella Swan mempercayai bahwa dirinya tidak pernah merasa normal sebagai seorang manusia, untuk itu dia ingin mengubah jati dirinya menjadi seorang vampir. Setelah melakukan berbagai macam pertimbangan, Edward menyetujui untuk mengubah Bella menjadi vampir, dengan syarat bahwa Bella harus menikah dengan Edward terlebih dahulu.

Bella Swan dan Edward Cullen Memutuskan Untuk Menikah

Bella Swan dan Edward Cullen memutuskan untuk melakukan pernikahan setelah keduanya menyelesaikan sekolah menengah atas. Mereka menggelar upacara perayaan pernikahan bertema pesta kebun yang diadakan di halaman rumah Edward Cullen yang letaknya di dalam hutan. Keluarga dan kerabat kedua mempelai datang untuk memberikan selamat. Tak terkecuali teman-teman Bella dan Edward di sekolah juga turut hadir merayakan hari persatuan cinta Edward dan Bella secara resmi. Jacob Black, teman masa kecil Bella Swan yang saling memiliki perasaan satu sama lain datang dengan lapang dada untuk memberikan selamat atas pernikahan tersebut. Pesta diakhiri dengan keberangkatan Bella dan Edward menuju ke tempat bulan madu mereka di Rio de Janeiro, Brazil. Edward Cullen berusaha menepati janjinya untuk mencoba berhubungan badan dengan Bella Swan. Adegan romantis tersebut bermula di tepi pantai dan berlanjut di dalam ruang vila yang menyebabkan rusaknya ranjang tempat tidur mereka karena kekuatan Edward.

Tanpa disangka, kejadian malam tersebut membawa petaka bagi Bella yang ternyata mengandung bayi dari Edward. Keluarga Cullen pun merasa panik karena tidak mengetahui makhluk apa yang dikandung oleh Bella, entah manusia, vampir, atau manusia setengah vampir. Akan tetapi, keberadaan makhluk tersebut mulai menggerogoti tubuh Bella dan membuat kondisinya semakin lemah. Akan tetapi, Bella tetap bersikeras ingin menyelamatkan bayi tersebut hingga lahir. Edward yang awalnya menentang keputusan tersebut, berusaha untuk memahami dan mendukung Bella. Kelahiran bayi perempuan manusia setengah vampir anak Edward dan Bella tersebut berujung pada kematian Bella. Edward berusaha menyelamatkannya dengan memberikan racun vampir pada tubuh Bella sehingga ia dapat berubah menjadi vampir. Untungnya, racun tersebut dapat bekerja dengan baik dan menyelamatkan Bella.

Artikel Terkait: Review Novel Twilight Saga: Eclipse

Hari-hari Bella sebagai vampir diiringi dengan pertumbuhan Rennesmee (anak Bella-Edward) yang tidak normal. Rennesmee berkembang dengan sangat cepat dan membuat keluarga Cullen menjadi khawatir. Hal tersebut justru disalah artikan oleh seorang vampir yang dendam kepada keluarga Cullen dan membuatnya melaporkan kepada Volturi, penguasa vampir untuk memusnahkan keluarga Cullen karena melindungi anak vampir yang berbahaya. Untungnya, Volturi dapat disadarkan melalui penglihatan Alice Cullen yang mengatakan bahwa Rennesmee bukanlah anak vampir murni, melainkan berdarah campuran vampir dan manusia sehingga tidak membahayakan klan vampir. Pertempuran Volturi dan Keluarga Cullen dapat dicegah dengan datangnya saksi berupa dua orang manusia setengah vampir yang mampu bertahan hidup. Keluarga Cullen merasa lega karena mengetahui bahwa Rennesmee dapat dihidup secara normal setelah menginjak usia tertentu. Mulai saat itu, kehidupan bahagia Edward-Bella dan Rennesmee-Jacob berlangsung selamanya.