Review novel romansa manusia-vampir, twilight

Bantu Share Ke Teman Anda Dengan Menekan Tombol Dibawah Ini!

Review novel romansa manusia vampir twilight Stephenie Meyer ialah seorang wanita kelahiran Amerika Serikat pada 24 Desember 1973 yang berprofesi sebagai penulis. Wanita berusia 45 tahun ini telah mempublikasikan karya-karya terkenal miliknya yang sangat diminati oleh banyak orang, yaitu Twilight Saga. Serial Twilight Saga dikemas ke dalam empat buah novel berbeda dan dikenal dengan nama Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn. Kesuksesan dalam penjualan novel berseri dari Twilight Saga tersebut membuka kesempatan baginya untuk memproduksi cerita novel ke dalam bentuk film. Seri pertama novel Twilight Saga yang dikenal sebagai Twilight menceritakan kisah kasih seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada vampir.

Gadis bernama Isabella Swan ini merupakan anak dari seorang kepala polisi di kota Forks yang memiliki nama Charlie Swan. Isabella Swan ialah gadis berusia 17 tahun yang memiliki kulit putih dan rambut bergelombang berwarna coklat. Sebelumnya, Isabella Swan (dikenal sebagai Bella Swan) tinggal bersama dengan ibunya setelah orang tuanya bercerai. Namun, kekasih baru ibunya yang merupakan seorang pemain baseball (Phil) mengharuskan Phil untuk berpindah-pindah tempat saat berlaga. Hal itu tentu membuat Bella Swan tidak nyaman karena merasa harus memisahkan ibu yang menjaganya dengan Phil tersebut. Pertimbangan tersebut membuat Bella Swan untuk memutuskan tinggal bersama ayahnya sembari menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di kota baru, Forks. Pada hari pertama bersekolah, Bella Swan bertemu dengan teman-teman baru yang amat baik kepadanya, kecuali seseorang bernama Edward Cullen.Edward Cullen ialah seorang pemuda tampan yang hanya akan bergabung bersama anggota keluarganya (Alice, Jasper, Emmet, Rossalie) saat berada di sekolah. Penampilannya yang dingin dan sorotan matanya yang tajam membuat Bella Swan berpikir seolah-olah Edward Cullen tidak suka kepadanya. Akan tetapi, tanpa sengaja Bella Swan dan Edward dipertemukan dalam kelas biologi dan berbagai meja bersama. Hal itu membuat Bella Swan dan Edward Cullen menjadi berteman dan semakin dekat hingga pada hari-hari selanjutnya, Bella Swan menyadari jika Edward Cullen adalah seorang vampir. Mengetahui hal tersebut, Bella Swan seakan-akan tidak percaya sehingga Edward Cullen membawanya pada puncak sebuah gunung untuk menunjukkan jati dirinya kepada Bella. Di sana, Edward Cullen dan Bella Swan menyadari bahwa mereka saling mencintai. Setelah itu, Bella dan Edward memutuskan untuk berkencan dan selalu bersama baik ketika bersekolah dan berada di luar sekolah. Banyak teman mereka yang merasa isi pada pasangan baru tersebut. Tak terkecuali Jacob Black, seorang manusia setengah serigala yang merupakan teman masa kecil Bella Swan. Jacob Black tidak menyukai fakta bahwa Bella dan Edward adalah pasangan, sehingga timbul niat untuk memisahkan pasangan vampir-manusia ini. Tetapi upaya tersebut tetap gagal untuk dilakukan.

Artikel Terkait : Romantika Puisi Hujan Bulan Juni

Hingga pada suatu hari, ketika Bella Swan dan Keluarga Cullen sedang bermain baseball di hutan, sekelompok vampir lain mendatangi mereka untuk ikut bermain. Sayangnya, naluri kelompok vampir tersebut tidak dapat dikontrol saat secara tidak sengaja mereka mencium bau darah dari tubuh Bella Swan. Keadaan intens tersebut terpecahkan saat  Carlisle Cullen (ayah Edward Cullen) berhasil mencegah kelompok tersebut dari hasrat menghisap darah Bella. Akan tetapi, Edward Cullen menyadari bahwa keinginan James, ketua kelompok vampir tersebut tidak akan terbentung lama sehingga keluarga Cullen memutuskan untuk melindungi Bella Swan sembari berniat membunuh kelompok vampir yang mengancam tersebut. Upaya tersebut berhasil dilakukan dan Edward Cullen menjadi seseorang yang menyelamatkan Bella saat itu. Kisah dalam novel Twilight ini berakhir saat Bella Swan mengatakan keinginannya kepada Edward Cullen bahwa dirinya ingin menjadi seorang vampir.