Dilan 1990, Kisah Remaja SMA yang Aneh

Bantu Share Ke Teman Anda Dengan Menekan Tombol Dibawah Ini!

Dilan 1990 Kisah Remaja SMA yang Aneh Awal tahun 2018 ini banyak sekali film bagus yang bermunculan, salah satunya adalah fiml Dilan 1990 yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Mulai dari beredarnya novel Dilan di pasaran, novel tersebut sudah menyedot banyak perhatian pembaca. Kebanyakan mereka terfokus dengan sosok Dilan yang unik namun menggemaskan. Dilan dalam novel digambarkan sebagai remaja yang amat sangat solid dengan kawan-kawannya. Tampak dari luar, banyak yang mengira bahwa Dilan adalah sosok yang nakal dan hobi berantem. Dilan memang tergabung dalam sebuah geng motor besar di Bandung, jabatannya membuat Dilan dipandang dan terkenal pula di kalangan geng motor lainnya.

Dilan adalah seorang panglima tempur, orang-orang akan sangat malas berurusan dengan Dilan, hal itu lebih kepada rasa takut terhadap Dilan itu sendiri. Dilan sebenarnya anak yang sopan, kalau orang lain juga sopan, namun ia tak segan-segan untuk memukul dan berkelahi apabila ada orang yang mencari gara-gara dengan dia. Kalau dikatai dengan sebutan Anjing, berarti kita boleh menggigit, Anjing kan menggigit, begitu kata Dilan. Hal semacam itu pernah dialami oleh Dilan seperti tertulis di dalam buku Dilan 1990, seorang guru bernama Suripto yang semena-mena terhadap siswa dihajar Dilan ketika upacara bendera sedang berlangsung. Hal itu bukan karena sebab Dilan yang cari gara-gara, namun sebab perlakuan Suripto yang kurang baik terhadap siswa. Ketika Dilan berpakaian kurang rapi, Suripto bukannya memberi teguran dengan baik-baik namun ia malah menampar wajah Dilan, padahal kalau diberitahu baik-baik Dilan bisa terima. Bukan hanya pada Dilan saja perlakuan kurang baik itu terjadi, namun juga pada beberapa siswa yang lainnya, baik putra maupun putri. Dilan bilang, guru itu di gugu dan ditiru, kalau seorang guru berani memukul siswanya, maka seorang siswa berhak memukul balik.

Soal perjumpaannya dengan Milea, Dilan awalnya tidak tahu siapa Milea, ia hanya tahu bahwa ada anak pindahan dari Jakarta bernama Milea, kabarnya anak itu sangat cantik dan disukai oleh banyak orang, bahkan seorang guru pun ada juga yang menyukai Milea. Dilan adalah sosok anak yang percaya diri, ia penasaran yang mana itu Lia dan ia juga yakin bahwa Milea nantinya akan jadi pacarnya. Dengan mudah Dilan dapat mengetahui yang mana Milea sebab Milea adalah anak pindahan, tentu saja wajahnya adalah wajah yang paling asing di antara para siswa. Aku ramal kita akan bertemu di kantin, begitu kata Dilan pada Milea ketika jam berangkat sekolah. Dilan masih dengan ciri khasnya yakni jaket jeans belel dan motor CB yang merupakan pertanda bahwa setting cerita terjadi pada tahun 1990.

Novel ini memiliki gaya bahasa anak muda yang khas, tidak terlaluberat seperti novel kebanyakan yang menggunakan pilihan diksi rumit dan dalam. Namun meskipun begitu, novel Dilan ini sangat menghibur dan mampu menghadirkan sosok Dilan secara utuh melalui penuturan Milea sebagai orang pertama. Banyak sekali nilai-nilai baik yang dapat dipetik dari novel Dilan 1990, salah satunya adalah nilai kekeluargaan. Meskipun Dilan digambarkan sebagai tokoh yang suka berkelahi dan terkesan nakal, namun ia sangat menyayangi dan menghormati ibunya, ia juga sangat sayang terhadap adiknya, Disa. Secara keseluruhan, novel ini adalah bacaan yang baik untuk remaja meskipun latar ceritanya adalah kisah cinta. Sensasi antara membaca novel dan menonton film Dilan 1990 ini juga tentu akan sangat berbeda, maka dari itu sebelum menonton filmnya, sempatkan membaca novelnya.

One thought on “Dilan 1990, Kisah Remaja SMA yang Aneh

  1. Kata yg paling kusuka dari film dilan adalah “memang tidak salah untuk berharap, tapi aku harus tau kapan berhenti” bijak bangetttt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *